Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2015

Agen Asuransi : Alat Bantu Jual



Sebagai seorang tenaga penjual atau agen asuransi tentunya sudah pernah ataupun sering bepergian ke luar kota menjalankan misi penjualan dengan harapan bisa mendapatkan nasabah sebanyak mungkin untuk mencapai bahkan kalau perlu dapat melampaui target penjualan pada tahun yang bersangkutan.

Ada beberapa alasan utama seorang agen asuransi melakukan hal ini,  demi untuk  alasan  peningkatan jumlah income, demi untuk meraih kesempatan jalan-jalan, baik yang di dalam ataupun yang ke luar negeri yang biasanya diberikan oleh kantor agensi untuk setiap agen yang berprestasi, ataupun untuk alasan mengejar sisa target penjualan yang diperlukan agar agen yang bersangkutan bisa naik ke level yang  lebih tinggi. Apapun alasannya, yang pasti untuk mewujudkan semua itu, segala sesuatunya membutuhkan persiapan dan perencanaan yang tepat agar apa yang diharapkan bisa dicapai segera dan maksimal.
Bagi anda yang baru menjalani profesi sebagai agen asuransi, tentunya masih membutuhkan informasi tentang apa saja yang diperlukan dalam proses penjualan produk asuransi. Tips berikut untuk membantu anda memilih alat bantu penjualan yang perlu anda bawa setiap melakukan kegiatan penjualan.


Mempersiapkan Alat Bantu Jual

Bagi saya, perjalanan ke kota tujuan atau lokasi penjualan selama ini selalu dilakukan keluar pulau, jadi saya melakukan perjalanan itu dengan menggunakan transportasi pesawat udara, dengan pertimbangan waktu tiba yang lebih cepat dan biaya yang terpaut tidak terlampau jauh dengan biaya bila menggunakan transportasi lain. Namun tentunya pemilihan alat transportasi ini tergantung pula dari pertimbangan terbaik yang menjadi pilihan kita masing-masing. Oleh karena itu yang saya uraikan berikut ini hanya berdasar atas pengalaman pribadi saat bepergian dengan kondisi saya saat itu.

Persiapan yang baik sangat diperlukan, menyangkut kuantitas dari alat-alat bantu jual yang akan di bawa. Tentunya perlu untuk menyortir apa saja yang benar-benar penting. Perlu untuk memilah perlengkapan alat bantu primer dan sekunder. Yang saya maksudkan dengan perlengkapan alat bantu primer di sini adalah perlengkapan yang mesti ada, karena menjadi perlengkapan utama dari penjualan dan harus segera dipenuhi. Jika ada dari perlengkapan primer ini yang terlupakan atau tidak bekerja ataupun rusak, maka akan bisa menghambat kinerja dalam menjual atau bisa menghilangkan kesempatan mendapatkan nasabah. Adapun perlengkapan alat bantu jual primer yang selalu wajib saya bawa meliputi :
             1. SPAJ
             2. Brosur
             3. Laptop/ Notebook
             4. Printer
             5. Kamera
             6. Ponsel
             7. Calculator Financial Consultant

Untuk perlengkapan sekunder yakni yang bisa dipertimbangkan untuk dibawa ataupun tidak, namun tidak akan terlalu mempengaruhi penjualan yang saya lakukan. Inilah yang menjadi perhatian sasaran penyortiran saya, untuk alasan mengurangi berat bawaan dan menghindari over baggage di airport, seperti misalnya;
  1. Kertas print, bisa diperoleh di lokasi nantinya.
  2. Amplop pengiriman dokumen
  3. Sales Kit Modul – bisa dipertimbangkan untuk tidak membawanya dalam bentuk fisik berupa bundelan modul, namun mengganti dengan membawanya dalam bentuk lebih praktis berupa file gambar dengan cara men-scan-nya terlebih dahulu yang nantinya disimpan dalam gadget.

Setelah proses ini dilakukan, perlu untuk memilih carrier-nya agar kondisi barang bawaan kita ini benar-benar terjamin keselamatannya dan nantinya tidak mengalami kerusakan ataupun hilang dalam perjalanan ke lokasi tujuan kita.

Apakah anda membutuhkan tas atau koper untuk semua barang bawaan anda tersebut, tergantung keputusan anda dalam memilih. Bagi saya sendiri, setelah menyortir secara detil barang yang akan saya bawa, saya pilih yang bisa untuk dibagasikan, disatukan ke dalam koper SAXOLINE Iconic PENCIL Silver 49 - Trolley Small saya, biasanya berbagai dokumen termasuk SPAJ masih bisa masuk ke dalam koper ini.


Sedangkan untuk notebook dan perlengkapan alat bantu lain yang bisa dibawa langsung ke kabin pesawat, saya simpan dalam UNIQUE Backpack [TN-U-S2] - Red/Black.

Pilihan saya pada backpack ini karena selain warnanya yang saya sukai (dan sesuai juga dengan warna dasar perusahaan asuransi saya), penggunaannya juga nyaman dan sudah menampung semua kebutuhan saya di dalamnya. Khusus untuk printer sendiri, saya tempatkan dalam TONGA Backpack [11MH005308] - Red/Black (C) yang bisa muat untuk ukuran printer yang portable.

Itu semua yang saya perlukan dan bawa saat melakukan perjalanan menjual ke suatu daerah. Silahkan terus membaca artikel bag.2 dari Alat Bantu Jualan ini. Selamat membaca.

Minggu, 29 Maret 2015

Tips Agar Mudah Dalam Mengurus Klaim Asuransi





Pelajari isi perjanjian polis asuransi yang dimiliki

Anda tidak perlu mengkhawatirkan pengurusan klaim asuransi Anda, sebab sebenarnya proses pengajuan klaim itu mudah dan sederhana. Selama semua syarat dan kondisi sesuai ketentuan polis sudah terpenuhi, maka perusahaan asuransi akan membayar klaim yang menjadi hak nasabah.

Klaim merupakan hak pemegang polis, yang mengandung nilai perlindungan risiko dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. 

Membayar klaim yang sah sudah menjadi tanggung jawab semua perusahaan asuransi jiwa, dan itu sudah tertuang dalam polis, sebuah dokumen hukum yang mengikat perusahaan asuransi jiwa dan nasabahnya. 

Selain itu, perusahaan asuransi jiwa mendasarkan bisnisnya pada kepercayaan masyarakat akan kemampuannya menepati janji sesuai ketentuan yang disepakati bersama berdasarkan polis tersebut, dan dilihat keandalannya oleh publik melalui jumlah orang dan keluarga yang dapat dilindungi secara finansial. 

Untuk mengajukan klaim, semua kondisi dan persyaratan harus dipenuhi. 

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan oleh nasabah agar proses pengajuan klaim lancar:

  1. Baca isi perjanjian polis. Pelajari dan pahami betul manfaat, ketentuan, dan pengecualian pada polis asuransi yang dimiliki. Salah satu juga yang penting diperhatikan adalah kriteria klaim yang tertera dalam polis.

  2. Ketahui, pelajari, persyaratan klaim yang dibutuhkan, apabila resiko terkait terjadi. Pastikan apakah  risiko tersebut termasuk cakupan di polis atau tidak. Jika termasuk di polis, segera siapkan semua persyaratan serta lengkapi dokumen dan administrasi untuk pengurusan klaim.

  3. Manfaatkan tenaga pemasaran. Jangan ragu bertanya kepada perusahaan  asuransi melalui agen di mana Anda membeli polis, atau menghubungi Customer Relations Officer untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajuan klaim dan prosesnya apabila Anda sudah mengajukan, mereka akan dengan senang hati membantu Anda.


Nah, jika klaim yang diajukan telah memenuhi kondisi dan persyaratan yang ditentukan, maka perusahaan asuransi dapat melakukan verifikasi data dengan cepat, dan klaim Andapun dapat diproses dengan cepat. 

Oleh karena itu, agar pengajuan klaim Anda berjalan lancar, pastikan Anda memperhatikan beberapa tips tersebut di atas. Semoga bermanfaat.



Sumber : PRUsatellite
 

Minggu, 22 Maret 2015

Berasuransilah Selagi Masih Sehat




Kategori : Inspirasi
Oleh       : Ravenna  


Menjamin keamanan finansial dan masa depan bagi orang-orang yang dicintai


Suatu malam, saya mendapat panggilan telepon dari seorang teman yang sekaligus adalah nasabah saya di perusahan Asuransi Jiwa: Prudential Life Assurance. Teman saya ini bekerja di salah satu perusahaan penerbangan yang melayani Penjualan Tiket di wilayah Kalimantan, dia sudah membuka 2 buah polis pada saya untuk pertanggungan diri sendiri dan untuk anaknya. Selama menjadi nasabah saya dalam kurun waktu 2 tahun ini, dia sendiri sudah pernah melakukan klaim atas polisnya untuk manfaat rawat inap di RS.


Sepintas pikiran saya berkesimpulan (karena sudah lama juga tidak kontek dengan teman ini), bahwa dia sedang membutuhkan informasi tentang klaim asuransinya, mungkin dia masuk rumah sakit lagi seperti 2 tahun lalu. Saat itu ia baru jadi nasabah Prudential selama 3 bulan namun tiba-tiba terkena gejala demam berdarah dan harus masuk perawatan rumah sakit. Dia menghubungi saya, menanyakan apakah pihak asuransi sudah bisa menolongnya untuk proses klaim atas manfaat rawat inap yang diambilnya, dan saya katakan kalau itu pasti akan di cover oleh perusahaan asuransi sesuai dengan ketentuan yang ada pada polisnya, karena telah melewati masa tunggu sejak polisnya telah disetujui untuk diterbitkan.


Setelah keluar dari rumah sakit, dia menelepon saya mengabarkan bahwa Perusahaan Asuransi Prudential sudah mengklaim biaya perawatannya selama seminggu itu di rumah sakit dan dengan gembira dia mengatakan akan mereferensikan saya ke teman-temannya. Dan memang dia melakukannya.


Kembali ke awal cerita, karena teman ini menelepon saya pada malam hari, saya merasa ada hal yang sama terjadi pada dirinya, mungkin jatuh sakit lagi. Namun setelah dia bertanya tentang syarat-syarat yang dibutuhkan untuk menjadi nasabah asuransi Prudential karena dia sudah tidak ingat lagi, saya berpikir mungkin ada kerabat atau temannya yang berminat untuk membuka polis baru. Dan benar saja, setelah saya jelaskan, dia lalu menceritakan bahwa ada kerabatnya di daerah lain yang mau masuk menjadi nasabah. Saya katakan bisa bantu untuk proses pengajuan permohonan asuransi jiwanya. Saya lalu minta nomor kontaknya supaya bisa saya hubungi segera. Akan tetapi dia mengatakan bahwa sebelumnya sudah pernah mengajukan permohonan serupa kepada pihak Prudential namun ternyata ditolak dengan alasan rekam medis yang menyatakan calon nasabah memiliki penyakit yang riwayat penyakit dan kondisi kesehatannya saat itu tidak memungkinkan untuk diterima menjadi nasabah. Dan bukan Prudential saja yang menolak permohonan pengajuan asuransi jiwanya, ada satu lagi perusahaan asuransi asing yang menolak permohonannya untuk alasan penolakan yang juga sama.


Karena itulah dia menelepon saya meminta kejelasan bagaimana sebenarnya nasib kerabatnya tersebut, karena dia merasa mungkin saya bisa menolongnya mengajukan permohonan ulang untuk  kerabatnya ini agar diterima menjadi nasabah Prudential. Saya katakan kepadanya kalau saya tidak dapat menolong jika memang demikian kondisinya. Jika calon nasabah memiliki catatan medis/ riwayat penyakit, oleh pihak underwriting mungkin akan diberi syarat tertentu namun ada kemungkinan juga akan ditolak. Jadi, kemungkinan untuk diterima sekarang ini sangat mustahil, kecuali jika calon nasabah sudah sembuh dari penyakit yang diderita berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dan hasil pemeriksaan dari laboratorium.


Namun saya tetap memberi saran untuk mengurangi rasa kecewanya yang mungkin timbul, bahwa kerabatnya tersebut baiknya diikutkan saja pada program layanan kesehatan milik pemerintah, yakni BPJS, karena BPJS masih dapat menerima peserta yang sudah sakit.  Yang penting dapat meringankan beban ekonomi keluarga dari kerabatnya tersebut, sehingga walaupun perannya sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah untuk keluarga terhenti akibat penyakit yang dideritanya, dengan adanya perlindungan asuransi kesehatan yang dimiliki, paling tidak beban ekonomi yang timbul akibat risiko ini tidaklah sangat memberatkan.


Saya katakan kepadanya bahwa beruntunglah dia bisa diterima jadi nasabah sebelumnya, karena pada saat pengajuan asuransi jiwanya waktu itu, dia masih dalam kondisi yang sehat, seandainya dia menunda beberapa bulan saja ke depan, saat itu ada kemungkinan hal yang sama yang dialami kerabatnya tersebut bisa terjadi juga padanya, karena kita tidak tahu kapan penyakit datang pada kita. Dan memang seperti yang saya ceritakan di atas pada awal bahwa kemudian dia terpaksa dirawat di RS, namun mendapat klaim dari pihak asuransi pada akhirnya.


“Jangan pernah MENUNDA, Esok Mungkin Terlambat, Keputusan Anda yang bijaksana hari ini akan berarti sebuah masa depan yang cerah bagi orang-orang yang paling Anda cintai”_ Frengky (PRUGolden)

Selamat berasuransi !!!

Minggu, 27 Maret 2011

Merencanakan Kehadiran Buah Hati



Kategori  : Tips
by           : Anita Maharani

Kelahiran seorang anak tentunya membawa kita kepada peluang untuk menyaksikan dan mengalami tumbuh kembangnya seorang manusia. Untuk itulah orang tua memiliki tantangan yang besar guna “membuka” dunia ini dan segala potensinya untuk perkembangan anak.  

Seringkali kita lupa untuk mengutamakan perencanaan keuangan dalam keluarga. Dalam sebuah kondisi kehidupan yang baik, kita sering menganggap bahwa tantangan financial seperti apapun pasti bisa kita lewati. Sehingga tidak jarang, ketika terjadi sesuatu yang di luar dugaan, misalnya: kebangkrutan, sakit atau kematian, para orang tua terpaksa mengorbankan apa yang seharusnya menjadi hak anak mereka, misalnya dana pendidikan, demi mempertahankan kelangsungan hidup keluarga. 

Keadaan seperti ini tentu saja menyulitkan dan menyakitkan tidak saja bagi sang anak, tetapi juga bagi kita selaku orang tua mengalami hambatan dalam memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. 

Namun, hal tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan menerapkan sebuah perencanaan keuangan yang matang.  

Bagi Anda khususnya yang telah merencanakan untuk segera memiliki buah hati, pastikan Anda telah menyiapkan beberapa perencanaan keuangan berikut ini : 
     
    1. Biaya kelahiran
    Carilah informasi mengenai berapa biaya persalinan yang dibutuhkan (persalinan normal maupun dengan operasi), biaya rumah sakit, dan perkiraan biaya pengobatan yang akan dibutuhkan. Selambatnya, informasi ini sudah dimiliki oleh calon orang tua setelah mengetahui kehamilan sang isteri. 
     
    2. Biaya perlengkapan bayi 
    Sebaiknya orang tua muda melakukan survey dengan cermat, mengenai barang-barang perlengkapan bayi apa yang benar-benar diperlukan. Informasi ini dapat diperoleh melalui teman yang sudah berpengalaman sebelumnya, internet, juga survey tempat belanja yang menawarkan harga terbaik dengan mutu terbaik. 
     
    3. Biaya Pertumbuhan dan perkembangan anak 
    Pikirkanlah portofolio investasi untuk anak, hal ini dimaksudkan agar para calon orang tua telah memperoleh gambaran mengenai rencana untuk sang buah hati segera setelah lahir, misalnya apakah nanti perlu membuka rekening tabungan pendidikan, atau asuransi pendidikan. Dalam hal ini keduanya sama baiknya, namun, tabungan pendidikan ditujukan untuk waktu tertentu (misalnya jangka waktu tabungan antara 4 atau 6 atau 12 tahun) sedangkan asuransi pendidikan adalah plan lengkap, dari mulai sang buah hati masuk sekolah hingga bangku kuliah. 

Dari paparan di atas, sebenarnya masih banyak ragam rencana yang dapat disiapkan untuk menyambut sang buah hati, namun pada dasarnya, beragam rencana itu berdasarkan kepada tiga hal di atas. Apapun itu bentuknya, Anda sebagai para orang tua maupun calon orang tua sebaiknya telah melakukan perencanaan secara matang terkait dengan masa depan buah hati tercinta. 

    Source : Pru satellite (edisi oktober 2008 - maret 2009)
    Tentang Anita Maharani : Anita Maharani adalah nasabah Prudential dg no. Polis : 29795XXX, 25543XXX, 25581XXX

Senin, 10 Januari 2011

Memilih Produk Asuransi Jiwa yang Optimal


   Kategori : Tips
     by          : Taufik Gumulya





Dalam melakukan perencanaan keuangan, seseorang dihadapkan dengan keharusan untuk melakukan perlindungan aset yang dimiliki dan kita semua sepakat bahwa aset yang sangat berharga dan tidak dapat ternilai dengan uang adalah kehidupan atau jiwa seorang manusia. 

Selanjutnya dapatkah kita menghitung dengan benar uang pertanggungan asuransi jiwa dengan tepat? Sehingga jika terjadi risiko meninggal maka kita dapat meninggalkan warisan berupa uang pertanggungan yang layak kepada mereka yang kita tinggalkan.

Pembaca yang bijak, sebelum kita membahas metoda perhitungan uang pertanggungan asuransi jiwa, ada baiknya kita perhatikan bahwa dasar untuk menghitung besarnya uang pertanggungan adalah berdasarkan perhitungan 'nilai ekonomis' dari yang bersangkutan. Nilai ekonomis yang dimaksud adalah besarnya pendapatan atau income rata-rata perbulan pada saat ini. Jadi jika seseorang mengalami peningkatan pendapatan maka sudah selayaknya besar uang pertanggunganpun ditambah. 

Metoda perhitungan uang pertanggungan ada bermacam-macam, namun pada umumnya kami membagi menjadi 3 (tiga) kelompok metoda perhitungan, yakni: 

    1.Metoda Human Life Value: pada metoda ini uang pertanggungan mutlak dihitung berdasarkan income bulanan dikali dengan lama dana tersedia untuk menopang hidup, tanpa memperhatikan faktor bunga maupun pertumbuhan dana jika uang pertanggungan disimpan dalam produk perbankan. 

    2.Metoda Income Based Value: metoda ini menghitung uang pertanggungan dengan memperhitungkan besarnya bunga atau return jika uang pertanggungan yang diterima disimpan dalam produk perbankan. 

    3.Metoda Financial Needs Based Value: besar uang pertanggungan memiliki kisaran minimal sama dengan besarnya uang kebutuhan tertentu saat ini (present value) dikali dengan 150%. Sedangkan uang pertanggungan maksimal adalah sebesar  uang dimasa mendatang (future value) dikali dengan 80%. 

    Metoda ini mutlak dikombinasikan dengan investasi yang dilakukan (baik secara bulanan atau tahunan) untuk mencapai kebutuhan keuangan dimasa mendatang (future value) dari kebutuhan keuangan tersebut. Metoda ini juga dapat dipakai bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan bulanan yang sangat besar sehingga kedua metoda lain yang disebut diatas tidak mungkin digunakan lagi karena akan memberikan jumlah uang pertanggungan yang terlalu besar (kecil kemungkinan uang pertanggungan disetujui oleh perusahaan asuransi). 

Untuk lebih jelasnya marilah kita simak contoh kasus berikut: 

Seorang bapak usia 30 tahun memiliki penghasilan perbulan sebesar Rp 5.000.000,-. Sang bapak memiliki istri dan seorang anak yang berusia 0 tahun (baru lahir). Sang bapak ingin menyekolahkan anaknya di universitas yang terbaik di Indonesia. 

Menurut perhitungannya biaya kuliah saat ini selama 4 tahun sudah termasuk biaya pendaftaran dan biaya belajar mengajar, SKS dan sebagainya diluar biaya buku dan transpor adalah sebesar Rp 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah), dengan memperhatikan faktor kenaikan biaya pendidikan sebesar 18% pertahun, selama 18 tahun biaya tersebut membengkak menjadi Rp 1.573.860.075,- (satu milyar lima ratus tujuh puluh tiga juta delapan ratus enam puluh ribu tujuh puluh lima rupiah). Untuk melindungi keluarga maka besarnya UP (uang pertanggungan)  asuransi jiwa yang layak bagi bapak tersebut adalah sebesar: 

    a. Jika menggunakan metoda Human Life Value:  maka UP adalah sebesar Rp 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah), mampu menopang kehidupan keluarga selama maksimal 10 tahun. 

    b. Jika menggunakan metoda Income Based Value: maka UP adalah sebesar Rp 1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah), dengan memperhitungkan bunga sebesar 5% pertahun jika UP tersebut disimpan dalam produk perbankan, maka hasil bunga sebesar Rp 5.000.000,-. Dapat digunakan untuk menopang kehidupan keluarga.

    c. Jika menggunakan metoda Financial Needs Based Value: maka UP yang layak (atas kebutuhan perencanaan pendidikan anak) adalah sebesar Rp 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah) hingga Rp 1.260.000.000,- (satu milyar dua ratus enam puluh juta rupiah). 


Selanjutnya adalah  bagaimana cara yang terbaik untuk memilih produk asuransi jiwa yang paling sesuai? Dalam hal pemilihan produk tentu kita akan memilih produk yang paling optimal, dalam hal kasus diatas tentunya kita harus mengetahui kisaran premi untuk masing-masing UP yang ada sehingga kita mendapatkan manfaat yang terbaik yakni UP yang tinggi namum dengan pembayaran premi minimal.
 

Berikut ini ingin kami sampaikan tabel kisaran premi pertahun atau perbulan pada contoh kasus diatas (untuk laki-laki Indonesia dengan kondisi kesehatan, tinggi dan berat badan normal):

Tabel untuk usia 30 tahun
Uang Pertanggungan
           (UP)    
Premi Minimum
    (per tahun)  
Premi Maksimum
   (per tahun)
Premi Minimum
    (per bulan)
Premi Maksimum
     (per bulan)
  Rp    120.000.000
  Rp    163.200
   Rp    440.640
   Rp    13.600
   Rp    36.720
  Rp    600.000.000
  Rp    816.000
   Rp 2.203.200
   Rp    68.000
   Rp  183.600
  Rp 1.200.000.000
  Rp 1.632.000
   Rp 4.406.400
   Rp  136.000
   Rp  367.200
  Rp 1.260.000.000
  Rp 1.713.600
   Rp 4.626.720
   Rp  142.800
   Rp  385.560


Tabel untuk usia 35 tahun
Uang Pertanggungan
          (UP)        
Premi Minimum
     (per tahun)
Premi Maksimum
      (per tahun)    
Premi Minimum
    (per bulan)
Premi Maksimum
    (per bulan)
  Rp    120.000.000
  Rp    195.000
  Rp    526.500
  Rp    16.250
  Rp    43.875
  Rp    600.000.000
  Rp    975.000
  Rp 2.632.500
  Rp    81.250
  Rp  219.275
  Rp 1.200.000.000
  Rp 1.950.000
  Rp 5.265.000
  Rp  162.500
  Rp  438.750
  Rp 1.260.000.000
  Rp 2.047.500
  Rp 5.528.250
  Rp  170.625
  Rp  460.688


Sebagai informasi kisaran premi yang kami sampaikan diatas adalah kisaran premi dari asuransi tradisional dengan tipe YRT (Yearly Renewable Term) dengan penambahan jumlah premi setiap tahunnya (lihat contoh tabel diatas), data ini kami olah dari perusahaan asuransi jiwa yang ada di Indonesia, dan memiliki produk asuransi jiwa tipe YRT. Produk ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan secara konsisten hingga setidaknya anak telah memasuki kuliah di universitas.
 

Pembaca yang bijak, sekali lagi ingin kami sampaikan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal contoh kasus diatas sebaiknya pilihlah produk asuransi yang tidak digabungkan dengan investasi atau dikenal dengan sebutan unit link karena jika tidak premi yang dibayarkan (dengan UP yang sama)akan lebih mahal. Kondisi ini tentu akan memicu peluang proteksi asuransi dengan UP yang besar secara berkesinambungan berpotensi gagal atau dalam istilah asuransi disebut dengan lapse.

Demikian pembaca setelah kita memutuskan besar UP yang paling cocok dengan kebutuhan maupun kemampuan kita, langkah berikut adalah lakukan investasi secara terpisah dengan asuransi jiwa sehingga secara jangka panjang pertumbuhan dana akan lebih baik dan pada akhirnya tujuan keuangan akan tercapai. Selamat melakukan perencanaan keuangan dengan cerdas, planning well living well, keputusan ada ditangan anda.


Source : Detikfinance
Taufik Gumulya, CFP® Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services