Jumat, 08 Mei 2026

Cara Membeli Saham Pertama

Sekarang mari masuk ke langkah praktis. Lima langkah ini akan memandu kamu dari buka aplikasi sampai saham pertama masuk ke portofolio.

1
📱 Login ke aplikasi broker

Buka aplikasi sekuritas yang sudah kamu daftarkan. Pastikan dua hal sudah siap sebelum lanjut:

✓Akun sudah aktif dan terverifikasi
✓Saldo RDN sudah terisi dan tersedia
💡 Pastikan koneksi internet stabil. Transaksi yang terputus di tengah jalan bisa menyebabkan order ganda atau tidak tereksekusi.
2
🔍 Pilih saham yang tepat untuk pemula

Untuk transaksi pertama, pilih saham yang bisnisnya kamu kenal dan tercatat di LQ45 atau IDX30 — indeks saham paling likuid di Indonesia.

✓Pilih perusahaan yang produk/jasanya kamu gunakan sehari-hari
✓Cari kode sahamnya (4 huruf) di kolom pencarian aplikasi
✓Lihat grafik harga sederhana — apakah trennya stabil?
⚠️ Hindari saham “gorengan” — saham dengan pergerakan harga ekstrem dan volume tidak wajar. Tujuan awal bukan cuan terbesar, tapi belajar proses transaksi dengan aman.
3
💸 Tentukan jumlah pembelian (lot)

Di Indonesia, saham hanya bisa dibeli dalam satuan lot. Satu lot = 100 lembar saham.

📈 Contoh perhitungan 1 lot
Harga saham per lembarRp 1.000
1 lot =100 lembar

Total modal untuk 1 lot Rp 100.000
+ biaya transaksi broker (biasanya 0,1–0,3%)
👉 Untuk pemula, mulai dari 1–2 lot saja. Cukup untuk belajar — tidak perlu lebih dari itu di transaksi pertama.
4
📋 Pilih jenis order

Sebagai pemula, ada dua jenis order yang perlu kamu kenal. Keduanya sederhana dan tersedia di semua aplikasi broker.

⚡ Market Order Beli langsung di harga pasar saat ini. Order hampir selalu langsung terisi. Lebih cepat
🎯 Limit Order Kamu tentukan harga beli sendiri. Order terisi hanya jika harga pasar menyentuh angkamu. Lebih presisi
💡 Untuk pertama kali, market order lebih mudah — tidak perlu menunggu dan prosesnya sederhana. Limit order bisa dipelajari setelah lebih terbiasa.
5
✅ Cek ulang sebelum konfirmasi

Sebelum menekan tombol beli, luangkan 10 detik untuk verifikasi tiga hal ini. Kesalahan kecil bisa membuat transaksi tidak sesuai keinginan.

⚠️ Wajib dicek sebelum klik beli
1
Kode saham sudah benar
Kode saham mirip bisa berbeda perusahaan — misal BBCA vs BBRI vs BBNI
2
Jumlah lot sesuai rencana
Pastikan tidak salah nol — 1 lot vs 10 lot punya nominal yang sangat berbeda
3
Harga sudah sesuai (untuk limit order)
Salah input harga di limit order bisa membuat order tidak pernah terisi atau terisi di harga yang tidak diinginkan
🎉 Setelah order dikonfirmasi dan terisi, saham pertamamu sudah masuk ke portofolio. Selamat — kamu sudah jadi investor. Modul berikutnya akan membahas apa yang harus kamu lakukan setelah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar