Sederhananya: harga saham bisa naik dan bisa turun. Tidak ada jaminan keuntungan — bahkan saham perusahaan besar sekalipun bisa mengalami penurunan.
Risiko bukan berarti pasti rugi. Risiko artinya hasilnya tidak pasti — bisa untung, bisa rugi, tergantung banyak faktor.
💸 Kamu membeli 1 lot saham
Harga per lembar Rp 1.000. Kamu beli 1 lot (100 lembar). Total modal yang keluar: Rp 100.000 + biaya transaksi.
📈 Pasar bergerak...
Ada berita terkait perusahaan, kondisi ekonomi berubah, sentimen investor bergerak. Harga mulai berfluktuasi. Kamu memantau portofoliomu.
🏃 Akhir pekan — dua kemungkinan
Di sinilah risiko nyata terasa. Harga akhir minggu bisa sangat berbeda dari harga belimu hari Senin.
🚀 Harga naik ke Rp 1.200
Kamu bisa jual dan meraup keuntungan dari selisih harga. Saham kamu naik 20% dalam seminggu.
Untung: +Rp 20.000 per lot (+20%)
🔴 Harga turun ke Rp 800
Jika kamu jual sekarang, kamu merealisasikan kerugian. Jika tahan, ada kemungkinan harga pulih — atau terus turun.
Rugi: −Rp 20.000 per lot (−20%)
Pergerakan harga ke atas adalah kesempatan untuk mendapat hasil lebih besar dari deposito atau tabungan biasa.
Pergerakan harga ke bawah bisa menggerus modal. Semakin besar modal, semakin besar nominal kerugiannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar